Dear,
Dina, kenangan yang ada dalam ingatanku sekarang sudah berusia lima tahun, lima tahun lalu, kamu memintaku bertemu, setelah aku keluar dari sekolah dua tahun lamanya, yang kamu inginkan adalah seseorang yang datang mengucapkan selamat di hari ulang tahunmu, dan kau mengatakan bahwasannya aku lah yang kamu inginkan, selepas sekolah aku mengantarmu menuju universitas tempat dimana kamu ingin mendaftar, Tarakanita, aku menunggumu tes selama ber jam- jam, dimana kamu sempat berpikir bahwa aku sudah pulang meninggalkanmu, namun aneh saat itu, tidak ada satupun keinginan terlintas untuk meninggalkanmu, karena di pagi aku mengantarmu, aku ingin turut menemanimu pulang, aku menunggumu, bolak-balik meringankan kaki duduk ngobrol di warung atau sekedar tiduran yang tak mungkin pulas dari pukul 7 pagi hingga 4 sore..
Kamu Dina, ternyata tidak jadi masuk ke tempat itu, yang jaraknya lebih dekat dari rumah, kau mendapat perguruan tinggi di Bandung, UNPAD jurusan Administrasi Negara, aku mengantarmu bersama dengan adik dan ibumu, sepanjang perjalanan aku dengar ibumu berbisik kepadamu bahwasannya kamu sudah di jodohkan, aku sedih mendengar itu, namun kamu terus meyakinkan, dan ibumu memintaku menenangkanmu agar kau dapat tenang dalam studimu, selama perjalanan di Bandung, aku ingat saat itu kamu menstruasi, ibumu membopongmu takut kamu pingsan, dan saat itu kamu gandeng aku di depan ibumu, dan aku yang agak canggung.
Jatinangor, tempat dimana kamu tinggal dan kampusmu memang disitu, bukan di bandung, tempat yang berdebu..
aku sempat tak mengunjungimu selama beberapa bulan disisi lain aku memang merasa tak memiliki uang yang cukup saat itu untuk menemuimu, hingga dua bulan setelah kamu kuliah, aku akhirnya datang, kereta pukul 7 berangkat dari stasiun Jatinegara, kira-kira sampai Bandung adalah pukul 10.30, kamu menjemputku, saat itu t-shirt biru yang kamu kenakan, dan kamu terlihat sangat bahagia sekali, kamu langsung gandeng tanganku, dan kita sempat berkeliling kota hingga malam hari, semua terasa lepas, kita sama-sama jauh dari rumah, kamu kenalkan aku dengan teman-temanmu kuliah, yang aku lupakan nama-nama mereka, karena aku hanya ingat kamu.
Dimalam harinya setelah aku mengantarmu pulang, aku mencari tempat untuk menginap, saat itu bulan Ramadhan, jadi banyak warung makan buka hingga dini hari, dan Jatinangor punya banyak tempat kos yang di huni mayoritas mahasiswa, aku duduk berpindah-pindah, hingga akhirnya masjid dekat kosmu adalah pilihan untuk merebahkan diri, hingga pagi aku bertemu..
bersambung..