Rabu, 15 September 2010

apakah ia..

Sejenak Kunyalakan Rokok Kretek untuk menghirup De javu Di Parijs Van Java, ruang rahasia yang hanya segelintir yang tahu dan mudah untuk di lupakan bagi yang menginginkannya.. Jalan Itu, Bis Itu, Terminal Itu, dan berbagai macam itu yang masih saja tersimpan rapi dalam arsip memori..

meski tidak ada yang memperdulikan.. kemarin aku melihatnya.. berdiri di pinggir jalan, di samping mobil merah miliknya, atau entah milik siapa..
aku rasa ia melihatku, namun ia seolah tak melihatku..

selamat menikmati..

Sabtu, 04 September 2010

Minggu, 29 Agustus 2010

coretan 3

Dia, Berubah, setelah ia dipertemukan oleh seseorang yang diinginkan orang tuanya, setiap kita bertemu di tempatnya, suasana sulit untuk kembali menyenangkan, ia lebih acuh dan pendiam, dan semua tak lagi hangat, meski aku masih tetap mengharap..

Jumat, 27 Agustus 2010

Coretan 2

Pagi yang dingin membuatku cepat sadarkan diri, tidak lama aku tertidur tapi setidaknya aku cukup lelap, pagi itu kita jalan bersama, menaiki Damri menuju pusat Kota Bandung, Aku menikmati perjalanan kita, kamu tampak sangat senang juga saat itu, lelah menyusuri kota, kita akhiri dengan makan malam di pusat kota, kamu yang pilihakn tempat karena kamu yang merencanakannya..

esok paginya kamu antar aku menuju stasiun, dan kamu menciumku..

aku masih ingat setiap kejadian dimana awal aku menikmati waktu denganmu berjalan indah..

Kamis, 26 Agustus 2010

Coretan 1

Dear,

Dina, kenangan yang ada dalam ingatanku sekarang sudah berusia lima tahun, lima tahun lalu, kamu memintaku bertemu, setelah aku keluar dari sekolah dua tahun lamanya, yang kamu inginkan adalah seseorang yang datang mengucapkan selamat di hari ulang tahunmu, dan kau mengatakan bahwasannya aku lah yang kamu inginkan, selepas sekolah aku mengantarmu menuju universitas tempat dimana kamu ingin mendaftar, Tarakanita, aku menunggumu tes selama ber jam- jam, dimana kamu sempat berpikir bahwa aku sudah pulang meninggalkanmu, namun aneh saat itu, tidak ada satupun keinginan terlintas untuk meninggalkanmu, karena di pagi aku mengantarmu, aku ingin turut menemanimu pulang, aku menunggumu, bolak-balik meringankan kaki duduk ngobrol di warung atau sekedar tiduran yang tak mungkin pulas dari pukul 7 pagi hingga 4 sore..

Kamu Dina, ternyata tidak jadi masuk ke tempat itu, yang jaraknya lebih dekat dari rumah, kau mendapat perguruan tinggi di Bandung, UNPAD jurusan Administrasi Negara, aku mengantarmu bersama dengan adik dan ibumu, sepanjang perjalanan aku dengar ibumu berbisik kepadamu bahwasannya kamu sudah di jodohkan, aku sedih mendengar itu, namun kamu terus meyakinkan, dan ibumu memintaku menenangkanmu agar kau dapat tenang dalam studimu, selama perjalanan di Bandung, aku ingat saat itu kamu menstruasi, ibumu membopongmu takut kamu pingsan, dan saat itu kamu gandeng aku di depan ibumu, dan aku yang agak canggung.


Jatinangor, tempat dimana kamu tinggal dan kampusmu memang disitu, bukan di bandung, tempat yang berdebu..
aku sempat tak mengunjungimu selama beberapa bulan disisi lain aku memang merasa tak memiliki uang yang cukup saat itu untuk menemuimu, hingga dua bulan setelah kamu kuliah, aku akhirnya datang, kereta pukul 7 berangkat dari stasiun Jatinegara, kira-kira sampai Bandung adalah pukul 10.30, kamu menjemputku, saat itu t-shirt biru yang kamu kenakan, dan kamu terlihat sangat bahagia sekali, kamu langsung gandeng tanganku, dan kita sempat berkeliling kota hingga malam hari, semua terasa lepas, kita sama-sama jauh dari rumah, kamu kenalkan aku dengan teman-temanmu kuliah, yang aku lupakan nama-nama mereka, karena aku hanya ingat kamu.

Dimalam harinya setelah aku mengantarmu pulang, aku mencari tempat untuk menginap, saat itu bulan Ramadhan, jadi banyak warung makan buka hingga dini hari, dan Jatinangor punya banyak tempat kos yang di huni mayoritas mahasiswa, aku duduk berpindah-pindah, hingga akhirnya masjid dekat kosmu adalah pilihan untuk merebahkan diri, hingga pagi aku bertemu..

bersambung..

Rabu, 25 Agustus 2010

Pagi-Pagi Bingung

Untung aja gak Kejadian..

penampilan memang bisa menipu, apalagi rayuan..
sumpah kayanya memang da gak pantes gw nulis kaya ginian lagi, umur uda jalan 24, masih aja problemnya masalah asmara, bayangin aja mungkin kebanyakan dari orang kaya ane udah pada mikir bisnislah, mikir karir.. tapi gw memang suka dunia yang satu ini nih.. dunia percintaan..
memang gak asik di bahas kadang malah nyakitin kalau di jalanin, tapi namanya juga manusia, pasti ada aja nafsunya.. Gw kasih judul tulisan pertama di Blog Ini adalah pagi yang bingung..

ada dua perempuan, satu pacar ane sendiri, yang satu inceran ane.. kadang punya dua opsi kaya gitu ada penting ada gak pentingnya, yang pertama pentingnya lu bisa punya alternative kalau salah satu dari mereka ada yang lagi ga enak hati, ga enaknya kalau lu dah gak bisa seimbang menjalankan hubungan yang ada lu malah sengsara keseret sana-sini, memang bener dah.. punya dua perempuan yang bukan bini ja pusing apalagi yang kepikiran untuk poligami, ke laut aja deh..
cewek itu maunya di perhatiin terus, meski gayanya kalau di luar suka berasa ingin disetarakan sama cowok.. berabe kan tuh..

entah kenapa, beberapa bulan terakhir hati ini gak stabil sama pacar, malah lebih condong ke gebetan, tapi yang resek begitu gebetan minta supaya lebih ke dia, eh ketika perhatian gw lebih ke dia, eh tuh gebetan malah sok jual mahal, untung aja belum kejadian yang gak2.. malah ketika hati gw lagi gebetan, sang pacar malah nunjukin gede2an rasa sayangnya, ampun gak tuh.. jadi merasa berdosa.. memang pagi yang bingung..